Kamis, 13 Juli 2017

Untukmu jodohku; dengan atau tanpa nama

Aku perempuan yang beranjak dewasa, akan segera menjadi seorang wanita jika yang aku rasa bahwa aku bisa melengkapi segala hal yang aku perlukan dalam kebutuhan.
Aku akan menjadi seorang wanita yang mandiri; agar aku dapat menghidupi diriku sendiri; tanpa perlu terlalu berharap pada seorang lelaki.
Namun yang aku tahu bahwa sehebat apapun wanita; dia akan tetap membutuhkan seorang pria sebagai penyempurna.
Oleh karena itu; izinkan aku mengarungi hidup sendiri sebelum akhirnya kita bersatu. Karena ada beberapa hal yang harus ku tahu; ada beberapa jalan yang harus ku tempuh. Sebelum akhirnya aku memutuskan bahwa kamu akan menjadi yang nomor satu bagiku.
Aku perlu melengkapi diri; sebelum akhirnya aku dapat melengkapi mu nanti.

Karena sungguh! Aku ingin menjadi pelengkapmu. Yang melengkapi segalanya.

Memberikan kehangatan bahkan disaat aku sedang merasa kedinginan.


Menjadi yang pertama ada disaat kau membuka mata. Dan dengan peluk ku kau tak perlu risaukan segala. Aku ada sebab kau menginginkan aku ada.


Memberikan kebahagiaan bahkan disaat sebenarnya kau telah memiliki kebahagiaan itu. Aku ingin memberikan hal lain yang mungkin belum pernah kau rasakan. Aku ingin memberikan hal yang berbeda dari yang telah kau miliki.


Aku ingin merawatmu dari hal-hal terkecil yang tak pernah terpikir oleh orang lain.
Kita akan saling melengkapi berbagai hal yang ingin kita ketahui bersama. Walau dengan cara yang berbeda.
Dan aku seorang wanita yang kelak akan menjadi mandiri, terkadang juga butuh perhatian yang berarti. Karena tanpa aku sadari, aku bisa melakukan hal-hal diluar kendali. Yang mungkin takkan bisa aku mengerti dan dapat menyakiti diriku sendiri.
Denganmu penyempurnaku yang akan membuat segala hal menjadi terkendali. 


Aku akan ada untukmu sebagai yang paling kau butuh. Dan kau akan ada untukku sebagai yang paling ku rindu! Karena rinduku akan menjadikan segalanya istimewa dan berarti untukmu.
Aku ingin menjadi sebaik-baik penglihatan, sebaik-baik pendengaran, sebaik-baik perasaan, untukmu!

Dan asal kau tahu! bayangan mengenai kecupan; membuat aku ingin segera berlabuh bersama denganmu mengucap kata janji. Hingga akhir hayat nanti.
Tapi ku tahu jika kini; saat yang kurasa waktunya belum tepat. Maka itu tak akan lebih dari sekadar nafsu birahi yang tercipta dalam sanubari.

Karena sejatinya aku perlu dan sangat perlu memperbaiki diri.

Aku berjanji untuk tetap pada keyakinan bahwa untukmu aku harus bisa menjadi manusia yang lebih berarti.
Kini doakan agar aku dapat dengan mudah melalui; segala hal yang aku jalani. Untuk bekal masa depan kita nanti.